Kamis, 29 Januari 2015

TUHAN YANG KE-2

Beberapa waktu kemarin saya berhasil menonton film berjudul PK. Ini adalah film produksi India yang dibintangi oleh Amir Khan. Dia adalah yang memerankanRancho dalam film yang sempat terkenal dahulu, 3 idiots.

Film PK ini merupakan sebuah cerita tentang seorang alien yang turun ke planet Bumi untuk melakukan penelitian. Ia harus membawa sebuah kalung yang menjadi alat komunikasi dan alat kordinasi dengan planetnya, yang memungkinkan bagi dia untuk bisa pulang kapan saja. Namun hanya beberapa menit saja ia mendarat di Bumi, ia dirampok oleh seorang gelandangan dan kalung kordinat itu dibawa kabur. Jadilah si alien itu terjebak di Bumi, mau tidak mau ia harus menemukan kalung tersebut.

Pencariannya terus menerus mengalami jalan buntu, hampir semua orang yang ia tanya pada akhirnya hanya menjawab, “serahkan saja pada Tuhan, Ia maha tahu.” Di planetnya, si alien ini tidak mengenal konsep Tuhan, ia lalu bertanya-tanya siapa Tuhan yang disebut-sebut oleh orang-orang ini. Mulailah pada hari itu ia melakukan pencarian terhadap Tuhan, ia menggambar posterNya dan menempelnya di mana-mana. Lalu ia mencoba masuk ke semua agama untuk mencari Tuhan. Dan baginya semua agama itu benar-benar membingungkan. Ada yang mengharuskan untuk bersujud setiap hari, ada yang mengharuskan berderma dan memberi sesajen pada patung-patung, ada yang mengharuskan berguling-guling sebelum memasuki rumahNya. Dan banyak hal lain yang membingungkan, dan pada akhirnya hanya bermuara pada satu kesimpulan, dia tidak bisa menemukan Tuhan.

Jika menonton film ini kita merasa benar-benar lucu, bayangkan jika seseorang terlahir tanpa ibu bapanya mengenalkan sama sekali tentang agama, pasti inilah yang akan terjadi. Film ini banyak menyinggung dan menyentil orang-orang yang beragama tapi tidak berTuhan. Jangan-jangan kita semua pun seperti itu, mengaku menjalankan segala titah Tuhan, tapi ternyata kita sama sekali tidak mengenal Tuhan kita itu.

Hati-hati, jangan sampai kita beragama tapi tidak berTuhan. Kemunafikan dan perusakan terhadap agama biasanya dilakukan oleh kita sendiri. Misal ada doktrin, jika kamu tidak masuk Islam, kamu akan masuk neraka, atau jika kamu berbuat kebaikan apapun tapi kamu bukan termasuk agama Islam, amalnya sia-sia, kamu akan masuk neraka. Coba kita berpikir kembali, siapa yang meminta seseorang untuk terlahir dari keluarga yang bukan orang Islam. Dan coba bayangkan jika kita juga terlahir dari orang yang bukan Islam.

Ingat, bukan kita yang berhak mengklaim siapapun masuk neraka atau surga, kita sama sekali tidak punya wewenang atas hal itu. Agama hanya cara, kenyataan ia perlu diyakini oleh setiap pemluknya adalah benar. Tetapi mengklaim bahwa orang yang tidak satu keyakinan dengan kita akan berada di neraka, tentu salah besar.

Saya akan tuliskan di tulisan yang berikutnya tentang konsepsi ber-Islam, bukan hanya sebagai simbol dan kata-kata.

Tuhan berkehendak menciptakan manusia bersuku-suku dan beragam, ia bisa, sangat bisa untuk membuat semua orang satu agama, namun apalah ramenya. Kita diminta untuk berlomba-lomba berbuat kebaikan, dan untuk saling mengenal, bekerja sama dan bersinergi.

Tuhan Yang Sejati

Dalam film PK ini juga diceritakan mengenai kita salah sambung ketika menghubungi Tuhan dalam do’a. Kita berniat menghubungi Tuhan yang sejati, tapi ternyata yang mengangkat panggilan kita adalah Tuhan yang palsu yang disampaikan oleh para pemuka agama atau doktrin-doktrin lainnya. Kita sering tertipu, ingat, iman itu individual, sekali lagi individual, tidak kolektif. Seperti tulisan saya sebelum ini, Beragama itu perlu kemandirian, pendapat dan pemahaman yang kita peroleh sendiri. Pada hari pembalasan nanti, para agamawan pun akan menanggung amalnya sendiri-sendiri, tidak akan menanggung amalan orang lain.

Dan penerima panggilan salah sambung kita itu adalah ego kita, nafsu kita yang menyatakan ada Tuhan dan akan membantu kita melalui keajaiban-keajaiban. Melemahkan usaha kita. Misal ada pemuka agama yang mengatakan untuk membunuh dan menghalalkan darah mereka yang tidak sepaham, dengan alasan melaksanakan perintah Tuhan untuk menyebarkan agama dan ajaran. Logisnya, Tuhan adalah maha pengasih, maka statement di atas sudah jelas kontradiktif, kita perlu yakini Tuhan yang sejati tidak akan melakukan hal serendah itu.


Terakhir dalam film ini juga dikatakan. Tuhan itu ada dua, yang pertama adalah pencipta alam semesta dan isinya, kepadaNya lah kita bergantung dan yakin. Yang kedua, adalah Tuhan yang diciptakan oleh ego kita dan para pemuka agama, bunuhlah Tuhan semacam itu. 


Selasa, 06 Januari 2015

MANDIRI DALAM BERTAUHID

Tauhid, berasal dari bahasa Arab dengan dasar kata wahhada-yuwahhidu. Yang artinya adalah Esa, atau satu yang satu-satunya. Atau kata kerjanya adalah meng-Esakan. Artinya tidak menduakan dan tidak ada upaya untuk menyelingkuhi. Dengan makna lain, setia dalam puncak-puncaknya setia. Ini pendapat saya lho yang saya tulis, kalau ada yang mau bilang ini nyadur dari buku, peduli amat lah.

Tauhid ini yang jelas bukan soal ikrar di mulut, ini berkenaan dengan perasaan dan perbuatan. Saya tidak akan membahas mengenai jenis-jenis Tauhid atau pendapat para ulama tentang Tauhid, toh sudah tahu juga bisa cepat kita lupakan. Saya ingin mengajak kita semua manusia untuk bisa mesra dengan Sang Maha Pencipta melalui pemahaman Tauhid ini.

Hadir pertanyaan yang sangat sederhana, apa makna Laa ilaha ilallah. Apa kalimat ini dihadirkan oleh Islam, atau sudah dibawa sejak jauh sebelum itu? Jika kita

Jumat, 02 Januari 2015

PERKENALAN

Saya bukanlah ustadz, saya tidak suka ceramah. tapi ingin suka-suka bicara agama. blog ini dikhususkan untuk mereka yang mencari kebenaran yang tidak ideal, dan kepept untuk mengerjakan tugas dari guru atau dosennya soal agama, sehingga terpaksa copy paste. Mohon maaf bila ada ustadz sungguhan yang tersinggung dengan penjelasan-penjelasan saya tentang berbagai ilmu. Saya tidak akan minta maaf karena saya juga tidak kenal anda. Jadi saya cuma ingin nulis ngalor-ngidul tentang berbagai ilmu agama. Sekali lagi maksud saya tidak pernah menceramahi, hanya ingin berbagi. Kalau tidak suka juga tidak apa-apa. Yang jelas, jika anda niat dengan serius membaca tulisan-tulisan saya, berarti anda sudah keliru berat. Jadi selamat menyia-nyiakan waktu anda di sini. Ingat! membaca Al Quran jauh lebih afdol daripada membaca tulisan saya. :)

Banner