Beberapa waktu kemarin saya berhasil
menonton film berjudul PK. Ini adalah film produksi India yang dibintangi oleh
Amir Khan. Dia adalah yang memerankanRancho dalam film yang sempat terkenal
dahulu, 3 idiots.
Film PK ini merupakan sebuah cerita tentang seorang alien yang turun ke
planet Bumi untuk melakukan penelitian. Ia harus membawa sebuah kalung yang
menjadi alat komunikasi dan alat kordinasi dengan planetnya, yang memungkinkan
bagi dia untuk bisa pulang kapan saja. Namun hanya beberapa menit saja ia
mendarat di Bumi, ia dirampok oleh seorang gelandangan dan kalung kordinat itu
dibawa kabur. Jadilah si alien itu terjebak di Bumi, mau tidak mau ia harus
menemukan kalung tersebut.
Pencariannya terus menerus mengalami jalan buntu, hampir semua orang yang
ia tanya pada akhirnya hanya menjawab, “serahkan saja pada Tuhan, Ia maha tahu.”
Di planetnya, si alien ini tidak mengenal konsep Tuhan, ia lalu bertanya-tanya
siapa Tuhan yang disebut-sebut oleh orang-orang ini. Mulailah pada hari itu ia
melakukan pencarian terhadap Tuhan, ia menggambar posterNya dan menempelnya di
mana-mana. Lalu ia mencoba masuk ke semua agama untuk mencari Tuhan. Dan baginya
semua agama itu benar-benar membingungkan. Ada yang mengharuskan untuk bersujud
setiap hari, ada yang mengharuskan berderma dan memberi sesajen pada
patung-patung, ada yang mengharuskan berguling-guling sebelum memasuki
rumahNya. Dan banyak hal lain yang membingungkan, dan pada akhirnya hanya bermuara
pada satu kesimpulan, dia tidak bisa menemukan Tuhan.
Jika menonton film ini kita merasa benar-benar lucu, bayangkan jika
seseorang terlahir tanpa ibu bapanya mengenalkan sama sekali tentang agama,
pasti inilah yang akan terjadi. Film ini banyak menyinggung dan menyentil
orang-orang yang beragama tapi tidak berTuhan. Jangan-jangan kita semua pun
seperti itu, mengaku menjalankan segala titah Tuhan, tapi ternyata kita sama
sekali tidak mengenal Tuhan kita itu.
Hati-hati, jangan sampai kita beragama tapi tidak berTuhan. Kemunafikan dan
perusakan terhadap agama biasanya dilakukan oleh kita sendiri. Misal ada
doktrin, jika kamu tidak masuk Islam, kamu akan masuk neraka, atau jika kamu
berbuat kebaikan apapun tapi kamu bukan termasuk agama Islam, amalnya sia-sia,
kamu akan masuk neraka. Coba kita berpikir kembali, siapa yang meminta
seseorang untuk terlahir dari keluarga yang bukan orang Islam. Dan coba
bayangkan jika kita juga terlahir dari orang yang bukan Islam.
Ingat, bukan kita yang berhak mengklaim siapapun masuk neraka atau surga,
kita sama sekali tidak punya wewenang atas hal itu. Agama hanya cara, kenyataan
ia perlu diyakini oleh setiap pemluknya adalah benar. Tetapi mengklaim bahwa
orang yang tidak satu keyakinan dengan kita akan berada di neraka, tentu salah
besar.
Saya akan tuliskan di tulisan yang berikutnya tentang konsepsi ber-Islam, bukan
hanya sebagai simbol dan kata-kata.
Tuhan berkehendak menciptakan manusia bersuku-suku dan beragam, ia bisa,
sangat bisa untuk membuat semua orang satu agama, namun apalah ramenya. Kita diminta
untuk berlomba-lomba berbuat kebaikan, dan untuk saling mengenal, bekerja sama
dan bersinergi.
Tuhan Yang Sejati
Dalam film PK ini juga diceritakan mengenai kita salah sambung ketika
menghubungi Tuhan dalam do’a. Kita berniat menghubungi Tuhan yang sejati, tapi
ternyata yang mengangkat panggilan kita adalah Tuhan yang palsu yang
disampaikan oleh para pemuka agama atau doktrin-doktrin lainnya. Kita sering
tertipu, ingat, iman itu individual, sekali lagi individual, tidak kolektif. Seperti tulisan saya sebelum ini, Beragama
itu perlu kemandirian, pendapat dan pemahaman yang kita peroleh sendiri. Pada hari
pembalasan nanti, para agamawan pun akan menanggung amalnya sendiri-sendiri,
tidak akan menanggung amalan orang lain.
Dan penerima panggilan salah sambung kita itu adalah ego kita, nafsu kita
yang menyatakan ada Tuhan dan akan membantu kita melalui keajaiban-keajaiban. Melemahkan
usaha kita. Misal ada pemuka agama yang mengatakan untuk membunuh dan
menghalalkan darah mereka yang tidak sepaham, dengan alasan melaksanakan
perintah Tuhan untuk menyebarkan agama dan ajaran. Logisnya, Tuhan adalah maha
pengasih, maka statement di atas sudah jelas kontradiktif, kita perlu yakini
Tuhan yang sejati tidak akan melakukan hal serendah itu.
Terakhir dalam film ini juga dikatakan. Tuhan itu ada dua, yang pertama
adalah pencipta alam semesta dan isinya, kepadaNya lah kita bergantung dan
yakin. Yang kedua, adalah Tuhan yang diciptakan oleh ego kita dan para pemuka
agama, bunuhlah Tuhan semacam itu.